Hubungan Bilateral antara RI dengan Negara Qatar

 Indonesia Gelar ‘Indonesia Climate Change Day’ di Doha, Qatar

Indonesia dengan dimotori oleh Dewan Nasional Perubahan Iklim (DNPI) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Doha, Qatar menggelar Indonesia Climate Change Day (ICCD) selama dua hari pada 1-2 Desember 2013 di Hotel La Cigale, Doha Qatar. ICCD sebagai bagian dari kegiatan paralel UNFCCC COP 18, secara resmi di buka pada Sabtu (1/12) oleh Kepala UKP4 / Ketua Satgas Persiapan Kelembagaan REDD+ Kuntoro Mangkusubroto, disaksikan oleh Menteri Energi dan Industri Qatar Mohammed bin Saleh Al-Sada, Menteri Lingkungan Hidup Qatar Abdullah bin Mubarak bin Labboud Al Moudadi dan Chairman of the Organizing Sub-Committee for COP18/CMP8 Fahad bin Muhammad Al-Attiyah.
Dalam ICCD diselenggarakan serangkaian seminar mengenai isu terkait adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di Indonesia dan pameran kegiatan penanganan perubahan iklim di Indonesia. Dalam sambutan pembukaan ICCD, Kuntoro Mangkusubroto mengatakan melalui ICCD, dipaparkan tentang praktek-praktek inovatif, studi kasus dan pengalaman penanganan perubahan iklim di Indonesia.
“Karena perubahan iklim tidak mengenal batas, ras, kebangsaan atau usia, hari ini kita diberikan kesempatan untuk menampilkan praktek perubahan iklim inovatif yang berasal dari luar Indonesia, yang telah memberikan kontribusi terhadap kebijakan dan agenda nasional. Kami mengakui bantuan besar dalam bidang teknis, keuangan dan teknologi yang telah membantu kita untuk bergerak menuju ekonomi karbon rendah dan bangsa iklim yang lebih tangguh,” kata Kuntoro.
Kuntoro mengatakan perubahan iklim merupakan agenda semua orang, bukan hanya pemerintah, organisasi, komunitas ilmuwan, maupun perusahaan. Sementara bagi Indonesia, perubahan iklim tidak hanya emisi gas rumah kaca, tetapi tentang kesejahteraan rakyat dan keadilan, serta tentang hidup harmonis dengan planet bumi.
Sedangkan Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Deddy Saiful Hadi dalam sambutan pembukaannya mengharapkan dengan penyelenggaraan ICCD yang bertemakan “The business response to the challenges and opportunities of climate change in Indonesia” dapat memberi gambaran inisiatif Indonesia mengenai isu-isu perubahan iklim, dan sebagai upaya meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Qatar. “Saya berharap penyelenggaraan ICCD membawa kerjasama yang nyata dan praktis tentang isu-isu penanganan perubahan iklim, maupun dalam konteks kerja sama yang lebih luas antara Qatar dan Indonesia,” kata Deddy.
Dalam pameran ICCD, ditampilkan info terkini mengenai program dan kebijakan penanganan perubahan iklim di Indonesia yang dilakukan bagi oleh kementerian dan lembaga pemerintah, sektor industri, NGO maupun dari kalangan muda. Juga dipamerkan produk tradisional dan khas Indonesia seperti batik, panganan dan minuman tradisional. Dalam sesi pembukaan ICCD, sempat ditampilkan peragaan busana oleh beberapa model yang menggunakan pakaian dengan pewarna alami yang ramah lingkungan.
Dalam acara pembukaan ICCD juga diputar berbagai film tentang perubahan iklim, termasuk tiga film produksi DNPI yaitu “Perubahan Iklim di Halaman Kita”, “Bumiku” dan “Senandung Bumi” yang dilanjutkan dengan diskusi oleh perwakilan anak muda Indonesia dan sekitar 120 pelajar dari MES Indian School Doha.
Sedangkan rangkaian seminar menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan kementerian dan lembaga pemerintah Indonesia, lembaga internasional, NGO internasional, akademisi Indonesia maupun internasional dan kalangan industri. Sebanyak sembilan seminar digelar dalam tiga sesi paralel dengan tema Carbon Market Partnership, Sustainable Energy, Low Carbon Development, Community Actions, Climate Resilience, REDD+ and Carbon Market, Finance and Investment, Climate Services dan Youth and Capacity Building.
 Acara Brainstorm KBRI Doha dengan Komunitas Indonesia dan Pengusaha di Qatar
Bertempat di Wisma kediamaan Dubes LBBP, bapak Deddy Saiful Hadi, Doha Qatar, telah di adakan pertemuan antara bapak Dubes dan Staff dengan para pengusaha komunitas IBAQ,kaum professional, perwakilan masyarakat Indonesia (PERMIQA ).
Pertemuan santai ini merupakan brainstorming dan diskusi berbagi informasi dan pengalaman mengenai bidang Ekonomi, Sosial Budaya dan Politik. Pertemuan di hadiri lebih dari 50 peserta yang datang dari daerah Doha, Wakrah, Umm Said, Al-Khor dan Dukhan.
Acara di koordinasi dan di buka oleh pak Muhammad Al Aula yang di buka dengan beberapa beberapa informasi mengenai program dari KBRI Doha Qatar yang sangat padat setelah kedatangan bapak Dubes. ” Diharapkan acara seperti ini bisa menjadi awal seperti program kelompencapir yang bisa bermanfaat bagi semua pihak ” canda pak Aula..hadirinpun tertawa dan sempat diskusi mengenai kelompencapir yang pernah terkenal dengan programnya. Pak Dubes menyampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas kehadiran hadirin di wisma dan Beliau mengharapkan adanya kesinambungan pertemuan pertemuan antara pihak KBRI dan masyarakat tanpa adanya perbedaan baik atasan dan bawahan.
Selaku sekertaris bidang Ekonomi, pak Muhammad Al Aula menyampaikan hasil kunjungan bilateral dengan negara Qatar yang telah di lakukan oleh pak Dubes bersama staff dalam bidang ekonomi diantaranya adalah:
1. Qatar Investment
Qatar akan menanamkan saham 1 billion US dollar investasi di Indonesia, telah didirikan Qatar holding Investment Indonesia untuk natural resources, infrastuktur dan komoditi lainnya dan saat ini sedang mencari director untuk mediasi dengan stakeholder – stakeholder di Indonesia dalam sektor riil dan non riil.
2. Qatar Airways
Pertemuan dengan CEO Qatar Airways ( Akbar Al Baker ) di harapkan adanya peningkatan jumlah route penerbangan antara Negara Indonesia dan Qatar dan menurut Qatar Airways hal ini akan di pelajari agar bisa di sesuaikan dengan Airlines lainnya yang juga mempunyai beberapa operasional flight dengan route yang sama.
3. Public Asghal works
Meningkatkan kerjasama dalam bentuk konstruksi dan pembangunan infrastuktur antara kedua negara.
Bapak Dubes juga telah mengadakan pertemuan dengan Qatar Chamber dalam meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi dan bisniss antara kedua negara.
Rencana akan ada pertemuan dengan bapak Menteri Marty Natalegawa, ibu Mari Pangestu yang akan di adakan sekitar tgl 21-26 april 2012 dan akan di informasikan kepada masyarkat.
Sementara itu di bidang Sosial dan Budaya melalui bapak Nurwenda di sampaikan beberapa agenda program yang telah di siapkan diantaranya:
– Rencana untuk mendatangkan group Cut Meutia, HUT RI, Galadi Asian
– Mengadakan workshop batik sekitar bulan Juni-Juli 2012
– Memfasilitisai kegiatan masyarkat ( Setiap malam jumat kempo, tari,)
– Jumat sabtu bimbingan belajar ITB
– Latihan band
Ibu Tineke, sebagai fungsi bidang politik menyampaikan hubungan kerjasama di bidang politik antara Indonesia dan negara Qatar agar di pertahankan sebaik baiknya dan meningkat dengan saling menghargai dan saling membantu dalam segala hal.
Bapak Yusuf Surya Negara ( Protokoler Consuler ) yang juga mewakili ibu Novi selaku SatGas TKI dan pak Khairul Huda bagian ketenaga kerjaan menyampaikan bahwa, Keberadaan KBRI di doha Qatar untuk memberikan perlindungan dan pelayanan baik masyarkat Indonesia yang berada di Qatar, Visitor, Pejabat yang sedang bertugas dinas atau transit dan warga Negara asing. Pak Yusuf juga mengharapkan beberapa hal yang penting, diantaranya:
– Memperhatikan dokumen dokumen penting agar terjaga dengan baik
– Menginformasikan jika ada penambahan anggota keluarga dengan melaporkan ke pihak KBRI dalam pengurusan dokumen terkait
– Meningkatkan pelayanan baik bidang ekonomi dan investasi
– Meningkatkan tenaga kerja Formal daripada tenaga kerja non formal
– 30.000 penduduk yang berada di Qatar, sekitar 19000 pekerja di dominasi oleh labour worker
– Tidak adanya tindakan criminal yang di lakukan oleh penduduk Indonesia yang tinggal di Qatar
– Memfasilitasi permasalahan antara employee dan employer
– Penyegeraan MOU tenaga kerja formal dan non formal
– Rencana Pembaharuan jam kerja dan cuti bagi pekerja Non Professional
– Mengadakan seminar perburuhan UU No. 14, 2004 Qatar
– Meningkatkan Dignity keberadaan Bangsa Indonesia di Qatar
Dari beberapa hadirin yang hadir juga memberikan masukan dan informasi tentang dunia usaha dan bisnis di Qatar yang saat ini sedang berkembang pesat dalam segala bidang. Beberapa business opportunity juga di sampaikan oleh beberapa pengusaha dan proessional. Pelatihan dan bimbingan belajar juga di kembangkan dalam membantu dunia pendidikan bagi anak anak yang sekolah di Qatar.PERMIQA menyampaiakn beberapa agenda dan rencana IMSQA yang telah memberikan donasi dalam pembelian pesawat kecil di daerah terpencil.
Sebagai penutup acara ramah tamah juga di isi dengan presentasi rencana pendirian Indonesian Cultural Center yang sudah lama di rencanakan oleh PERMIQA yang merupakan bangunan fisik yang akan menjadi tempat kreativitas baik sosial dan budaya.
Dalam sambutan penutupnya, pak Dubes menyampaikan apresiasi dan akan menunggu hasil pertemuan ramah tamah secara lengkap dan belaiu menyampaikan harapannya kepada seluruh warga negara Indonesia di Qatar, PERMIQA, IBAQ dll agar bisa membawa harum nama bangsa Indonesia dengan menunjukan semangat dan kekuatan bangsa Indonesia.Dan beliaupun menyampaikan bahwasanya kerjasama antara KBRI Doha dan warga negara Indonesia dari semua elemen agar tetap di jaga dan semakin erat.
Acara ramah tamah di tutup sekitar jam 22:45 PM dengan pengambilan dkumentasi bersama di Wisma KBRI Doha, Qatar.
 KBRI Doha Meningkatkan Totalitas Diplomasi RI – Qatar
Indonesia dan Qatar memiliki hubungan bilateral yang baik di berbagai bidang. Dalam bidang politik, hubungan baik dengan negara yang beribukota di Doha ini tercermin melalui serangkaian kunjungan pejabat tinggi kedua negara, antara lain Pertemuan Presiden RI dengan PM Qatar Sheikh Hamad Bin Jassim Bin Jabr Al-Thani di sela-sela Pertemuan Bali Democracy Forum IV, Bali, 8 Desember 2011 kemarin.
Rangkaian kunjungan lainnya adalah kedatangan Jaksa Agung Qatar ke Indonesia dalam rangka menghadiri konferensi regional ke-7 untuk Asosiasi Jaksa Agung Asia Pasifik dan Timur Tengah, 16 – 19 Maret 2011; Kunjungan Menteri Sosial RI, Salim Assegaf ke Qatar, 30 April – 1 Mei 2011; Kunjungan Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, H.E Mr. Ahmad bin Abdullah Al-Mahmud, untuk menghadiri KTM ke-16 GNB dan Pertemuan Peringatan 50 tahun GNB di Bali, 23-27 Mei 2011; dan kunjungan Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah, Dr. Alwi Shihab dan para pengusaha ke Qatar untuk mengadakan pertemuan dengan Penasehat Menteri Energi dan Industri, serta pengusaha Qatar Mining, 13 – 14 Juni 2011.
Di bidang ekonomi, perdagangan Indonesia-Qatar terus berkembang. Nilai total perdagangan kedua negara ini pada tahun 2011 mencapai USD 683,6 juta, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 5,2% bila dibandingkan dengan tahun 2010.
Di bidang sosial budaya, Indonesia terus mengupayakan peningkatan pengiriman tenaga kerja ahli Indonesia (perawat dan pertambangan) ke Qatar. Pada tahun 2011, kedua negara sepakat membahas draft MoU penempatan tenaga kerja ahli Indonesia ke Qatar. di bidang kekonsuleran dan ketenagakerjaan, selama paruh pertama tahun 2011, terdapat 552 kasus yang menimpa TKI Indonesia yang bekerja di Qatar. Selama itu pula, pemerintah RI telah berhasil memenangkan tuntutan utang darah (diyat) dari keluarga pembunuhan dua orang WNI (PLRT) yaitu Alm. Yayah Salsiah bt Zunaedi dan Alm. Oom Komariah bt Kamid Casem.
Dalam perkembangannya, pada aspek ekonomi, meskipun nilai total perdagangan RI – Qatar pada tahun 2011 mencapai nilai USD 683,6 juta, yang berarti mengalami peningkatan sebesar 5.2% bila dibandingkan dengan tahun 2010, namun secara umum, hubungan dan kerjasama ekonomi dan perdagangan Indonesia–Qatar selama 2008–2011 belum mengalami perkembangan sebagaimana yang diharapkan.
Neraca perdagangan Indonesia hingga 2011 mengalami minus dengan Qatar senilai USD 535 juta. Minus neraca perdagangan yang dialami Indonesia dengan Qatar tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, faktor eksternal, yakni kecilnya pasar domestik Qatar untuk dimanfaatkan sebagai pasar ekspor produk Indonesia. Kedua, faktor internal, yakni semakin meningkatnya impor migas dari Qatar dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi di tanah air.
Produk-produk lain yang mempunyai potensi untuk dipasarkan di Qatar adalah produk furnitur, alat perlengkapan kantor, berbagai macam produk kertas, lampu listrik dan perlengkapan kelistrikan lainnya, perlengkapan rumah tangga (TV, pendingin ruangan, lemari pendingin, microwave, mesin cuci, dsb), seiring dengan bertambahnya gedung-gedung perkantoran baru, hotel dan apartemen baru serta komplek-komplek perumahan baru.

Potensi ke Depan
Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) KBRI Doha Tahun 2012-2014, visi KBRI Doha adalah ”Mewujudkan Kepentingan Nasional Melalui Diplomasi Total pada Perwakilan RI di Doha, Qatar”. Visi tersebut terjabarkan ke dalam beberapa misi strategis, di antaranya adalah peningkatan totalitas diplomasi dan kerjasama internasional bagi perluasan sumber-sumber kesejahteraan dan kemakmuran.
Totalitas tersebut diterjemahkan dengan meningkatnya arus investasi dari Qatar di Indonesia, meningkatnya volume perdagangan Indonesia–Qatar, serta meningkatnya Pengiriman Tenaga Kerja Formal Indonesia ke Qatar.
Dalam pertemuan bilateral Presiden RI dan Perdana Menteri Qatar di sela-sela Bali Democracy Forum IV Desember 2011, Perdana Menteri Qatar menawarkan Indonesia untuk berpartisipasi pada pameran dagang di negara tersebut. Selama ini, memang telah ada produk Indonesia yang memasuki pasar Qatar, namun, pemasarannya tidak langsung melainkan melalui negara ketiga. Hal tersebut menyebabkan rata-rata harga produk menjadi 10% lebih mahal.
Ini merupakan peluang bagus bagi Indonesia, mengingat arah pengembangan pasar non-tradisional menjadi salah satu fokus peningkatan ekspor non-migas. Selain itu, hubungan bilateral dua negara masih menunjukkan defisit bagi Indonesia akibat neraca perdagangan migas yang timpang.
Qatar Investment Authority (QIA) sebagai sebuah lembaga investasi milik Pemerintah Qatar yang khusus dibentuk untuk mengelola dan menginvestasikan dana milik pemerintah senilai lebih dari US$ 70 milyar pada tahun 2010 tercatat sebagai sovereign wealth fund yang paling aktif dan gencar melakukan investasi di luar negeri, melalui anak perusahaan investasinya seperti Qatar Holding, Qatari Diar, Barwa International dan Hassad Food Company. Dalam kaitan ini, Indonesia berpeluang untuk menarik sebagian dari dana investasi QIA tersebut ke Indonesia. Di samping itu, Indonesia juga dapat menarik dana investasi dari perusahaan-perusahaan besar Qatar baik milik pemerintah maupun swasta untuk membiayai berbagai proyek investasi di tanah air.

Menuntaskan Mou
Meski kerjasama bilateral sejumlah bidang di atas terasa lapang, bukan berarti pelaksanaannya tidak menemui kendala. Sejumlah kerjasama yang telah dirancang, saat ini masih menunggu tindak lanjut kongkrit. Ada yang tinggal menunggu waktu, ada pula yang menunggu jawaban.
Kerjasama (agreement) tersebut di antaranya, Air Transport Agreement between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of State of Qatar; MoU on Tourism Cooperation between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of State of Qatar; MoU on Agricultural Cooperation between the Government of the Republic of Indonesia and the Government of State of Qatar; dan rencana pembukaan Indonesian House of Industry di Qatar.
Secara komitmen, tidak ada masalah berarti. Kedua negara tentunya mengharapkan ada perkembangan positif dari sejumlah kesepakatan tersebut. Bahkan untuk rencana pembukaan Indonesian House of Industry, Delegasi Kementerian Perindustrian telah melakukan peninjauan ke sejumlah pusat perbelanjaan yang terdapat di Qatar yang akan dijadikan lokasi pusat penjualan produk-produk IKM Indonesia. Kemungkinan besar akan dilakukan kunjungan lanjutan di tahun 2012 untuk mewujudkan rencana pembukaan Indonesian House of Industry di Qatar.
Memang hubungan ekonomi yang ada masih terbatas seiring dengan banyaknya tenaga kerja yang bekerja di negara-negara Teluk seperti TKI dan PLRT. Hal tersebut menjadikan pertanyaan dan tantangan mengapa Indonesia sepertinya tidak dekat dengan Arab/teluk utamanya dengan Qatar. Saat ini Indonesia lebih banyak berhubungan misalnya dalam hal investasi dengan negara-negara AS, Eropa Barat, Taiwan, Singapura, Hong Kong, dan sekarang Cina. Tetapi dari Arab sepertinya tidak ada sama sekali, sementara dari Qatar pun juga tidak terlalu signifikan walaupun sudah ada akuisisi saham PT. Indosat oleh Qatar Telecom, dan Bank Kesawan yang baru dalam proses diakuisisi oleh investor Qatar.
Meski begitu, Indonesia masih bisa terus optimis. Setidaknya, optimisme tersebut muncul dari perwakilan RI di Qatar. Melalui duta besarnya, RI melihat potensi Qatar yang sangat besar dengan dana yang melimpah. Memang Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan Malaysia yang telah banyak berhasil menarik minat investor Saudi Arabia dan Qatar untuk berinvestasi di Malaysia. Karena itu, inilah saatnya mewujudkan kerjasama sinergis dengan negara kaya minyak ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s